Tidak Bisa Berbuat

8 Apr

Tidak pernah aku bayangkan akan mengajar di sebuah sekolah yang lumayan jauh dari kota, dengan kata lain sekolah itu berada di kampung. Karena sekolahnya berada di kampung, maka orang yang sekolah di sanapun orang kampung. Bukan maksud ingin merendahkan, toh aku juga orang kampung tapi aku tinggal di kampung yang dekat dengan kota.

Tidak pernah terbayangkan juga aku akan mengajar di kampung, sekaligus sekolah yang berada di bawah lembaga panti asuhan. Selain anak-anak kampung, di sana juga tempat para anak yatim bersekolah. Bagi mereka yang masih berusia antara anak SMP dan SMU bertempat tinggal di sebuah yayasan panti asuhan, mereka yang tinggal di sana adalah anak-anak yang tidak mempunyai ayah atau anak yang tidak mempunyai ayah dan ibu.

Selama ini aku hanya melihat anak-anak yang tidak punya ayah berjuang hidup membantu ibunya atau kakaknya atau seseorang yang tinggal bersamanya itu lewat layar televisi. Tidak pernah aku bisa begitu dekat dengan anak-anak yang nasibnya sama dengan yang aku lihat di televisi.

Pernah ada suatu kejadian, saat itu aku masuk pada hari senin. Saat itu, siswa-siswa yang masuk hanya sedikit, mungkin karena mereka capek setelah berkemping. Niat hati mau belajar, tapi siswa-siswa itu sepertinya kelelahan, apalagi saat itu aku masuk pada jam terakhir. Sepertinya tenaga mereka sudah habis, lalu ada seorang anak yang berkata “bu guru, capek nih. Ngobrol aja cih bu, jangan belajar.” Aku berpikir sepertinya belajar juga tidak akan ada hasilnya, karena mereka sudah kelelahan untuk menerima pelajaran.

Di kelas itu, kamipun mengobrol, tidak belajar. Pembicaraan kami berkisar tentang pengalaman aku sewaktu masih SMP, SMA, dan sampai perguruan tinggi di awal-awal semesterku. Saat aku tak mampu bercerita lagi, seorang anak yang paling pintar di kelas itu tiba-tiba mengatakan sesuatu. Kata-kata yang membuat aku miris, dan hampirku teteskan air mata di kelas itu. Dia berkata “bu guru, waktu kecil pernah ditinggal pergi jauh oleh orang tua bu guru tidak?”

Aku tahu kata-kata itu adalah pengalamannya, yang dia maksud bukan ditinggal jauh dari rumahnya lalu pulang lagi tapi ditinggal jauh oleh orang tua tetapi kepergian itu untuk selamanya. Beberapa menit aku diam, aku bingung apa yang harus aku katakana. Aku pandangi ekspresi anak itu dan beberapa anak yang lainya, ekspresinya biasa, tapi kata-kata itu aku yakin berasal dari hatinya yang terdalam. Hati seorang anak SMP yang entah sejak kapan ditinggal ayahnya yang meninggal dunia.

Aku… dengan nada yang sedikit tertahan mencoba menjawab pertanyaan anak tadi, dengan arah mata yang aku lemparkan ke tembok aku menjawab “bu guru belum pernah ditinggal pergi jauh oleh kedua orang tua.” Dengan ragu aku memalingkan mata untuk melihat anak itu, aku lihat anak itu memandangku dengan sorot mata yang tak aku mengerti, lalu dia menunduk.

Seorang anak berkata dengan tidak sengaja, dia berkata “kalau ditinggal ke Makah bu?” lalu aku bilang padanya “bu guru pernah ditinggal ke Makah tapi itu waktu bu guru sudah kuliah”, kemudian seorang anak menambahkan “itu sih dah besar bu, lagian bisa pulang lagi, kalau saya ditinggalkan selamanya.” Dengan berlagi seperti seorang guru aku berkata pada mereka “iya, makanya sekarang kalian hanya bisa mengikhlaskan kepergiannya, dan mendo’akan orang tua kalian agar diterima di sisinya.”

Saat mengatakan hal itu, aku seperti orang jahat, guru yang tidak bisa berbuat apapun. Bahkan untuk mengatakan kata yang bisa membuat mereka sedikit terhibur saja tidak bisa. Aku yakin bukan hanya kata itu yang ingin mereka dengar, karena mereka pati telah banyak mendengar kata-kata itu sebelumnya. Kata-kata yang sebenarnya tidak perlu diucapkan orang-orang, karena tanpa mengatakan hal itupun aku yakin anak-anak itu selalu mendoakan orang tuanya yang telah meninggal.

Sampai sekarangpun, tidak ada yang bisa aku lalukukan untuk mereka. Hanya melihat mereka dengan pandangan sedih tanpa melakukan apapun, aku tidak tahu dan tidak mengerti apa yang harus aku lakukan. Hingga sekarangpun aku masih menjadi orang jahat yang tidak mengerti apapun.

^^

^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: